Ahad, Ogos 08, 2004

Dia

He was there. Not so far away. In fact, he was so near. I wanted to touch his hair, stroke his cheeks, massage his shoulders...I wanted to kiss him senseless!! I want to be with him. But I can't. The more he talks, the more I want him. The more I realize, I can't. But I want. I want.

Boleh tak aku nak pinang je dia?

*Sadarkah kau ku sayangi. Sadarkah untukmu aku bernyanyi. Terbacakah niat tulus ini. Degup jantung kian berbisik. Kadang kata tak berarti. Kalau hanya 'kan sakiti. Diam bukanlah "tak ingin". Degup jantung kian berbisik. Tanda cinta yang bersemi. Aku yang 'kan mencintaimu. Aku yang 'kan selalu mendampingimu. Bila bahagia yang akan kau tuju. Bila butuh cahaya 'tuk menemanimu...PILIHLAH AKU. Jangan sempatkan berlalu, kalau karyaku yang kau tunggu. Jangan hanya aku yang tahu, Aku Cinta Padamu. Mohon warnai jiwa ku. Maukah hidup bersama ku?*

Tiada ulasan:

#27

My current favourite writer: Fiersa Besari. Sederhana, cerdas dan mengena. If you haven't read any of his works, you should. ...