Ahad, September 14, 2008

Iftar @ Menara KL

Observation Deck. Showing off the view, and the bag. Ngehehe.

Kantoi pau lauk mak.

Aummmm!!!

Momzy was happy all her 6 kiddos was there. Which is rare.

Did I say the meal was free? Ngehehehe.


Iftar 1st Ramadhan. No piccies of the buffet line, sorry. Saya tak tergamak nak menguji keimanan rakyat jelata di bulan Ramadhan yang mulia ni. But if I had to pay rm130++ per pax untuk buffet Ramadhan ini, saya adalah tidak mampu kot. Personally, I don't think the selection of food matches the price tag, but I guess ppl would pay for the experience of dining di tengah langit raya KL kot(wahh!). Owh, tapi food adalah enakkks! Ucapan terima kasih kepada pihak sponsor! Hik hiks...

Kisahnya...
Masuk2 terus ditunjukkan ke meja makan yang sudah direserve.
(sila take note perbicaraan dibawah adalah hanya terlafaz di dalam hati dan tidak ada kena mengena dengan yang hidup ataupun yang sudah meninggal dunia)
1st thot, "wah, glemer...depan pintu, dekat dgn dessert table. Good, good!"
Beberapa minit kemudian... "ish, diorang letak kita dekat dengan toilet ke?"
Sejurus selepas itu... "Weh! mana dessert table tadik?? Nak ambil pulut dengan serawa durian!"

Di saat itu saya baru teringat. Ini adalah restoran berputar. Gubbbrakss. Mujur hanya cakap dalam hati. Kalau diorang tau mampus kena gelak. Sangat jakun. Maka menunggulah saya sampai restoran itu membuat satu pusingan dan sampai ke meja dessert lagi, sebelum saya membelasah banana creme brulee, pulut serawa durian yang enaknya tidak dapat dilafaz dengan kata2, cakes and ice cream and chocolates...yumm! Ahaks. Dan semua ini terjadi dengan disaksikan bintang2 dan langit gemilang dan bangunan-bangunan pencakar langit yang berdiri megah menghiasi dada Kuala Lumpur. (wah!)

It was indeed, the height of dining experience.

2 ulasan:

Nurul berkata...

wah. sume dh besa panjang dh adik beradik kamu...kapan ni bunda mu nak dpt mantu. hehe.

f a r i n a berkata...

gubrakkksss!! hahahaha...soalannya!

#27

My current favourite writer: Fiersa Besari. Sederhana, cerdas dan mengena. If you haven't read any of his works, you should. ...