Selasa, Mac 31, 2009

Happy Birthday Ull!


perjalanan waktu takkan melihat
siapa dan apa dari dirimu
tapi bagaimanakah kau mengisi hidupmu
menjadi lebih indah
saat hari ulang tahunmu...



MET ULTAH ULL!!

*muach, muach*

Kita celebrate di Jogja? :-)


foto: 3 jomblo (back then. Hehe. Skrg Ull dah sukses bertemu cintanya, and a proud mom to a wonderful baby boy, Iyaadh!) mencari cinta, Bandung '05. Dari kiri: Ili, moi and Ull.


nota: Kak Ull, kirim salam sayang kat cousin eh? Hahahhaa...

Isnin, Mac 30, 2009

Ada Apa Dengan Perth - The Sights


View from our apartment




Mandurrah Bay



Caversham Wildlife Park




Fremantle


Perth Mosque



A reader requested to see the sceneries of Perth. Not only that, he specifically dictate that he does not want to see my face in any of those photos. So I obliged. Happy now? :-)

Permandangan di Perth, memang cantik.

Tapi ini...


Permandangan Terindah!

Mirip McSteamy from Grey's Anatomy kan? Yummm...yum....

Jawatan Kosong

Dibutuhkan,

Seorang lelaki yang berpendapatan tetap, berkarisma dan bertanggungjawab untuk mengisi jawatan kosong seperti dibawah:

BAPA ANGKAT FARINA DAN SHAHAYU AKMAM

Syarat-syarat:
1. Mampu membelikan kami drum comel/ipod touch/blackberry bold/baju-baju atau handbag dari brand terkenal dan semestinya mahal.
2. Mampu memberikan kami duit belanja cukup makan pakai tempat tinggal kad kredit bayar loan kereta rumah dan PTPTN
3. Tu je.

Calon yang terpilih akan menerima sepenuh kasih sayang dan perhatian seperti selayaknya seorang anak menyayangi bapanya.

Sila emailkan kepada kaminakbapaangkatkaya@sukahatikitorangje.com

Sila refer di sini untuk keterangan lanjut.

And yes, calon bapa angkat yang berupaya untuk memenuhi keperluan anak-anak angkat mereka tanpa bilang:

"Menggarami samudera"

akan diberi keutamaan.


Sekian, Terima Kasih.



nota: You have to listen to your own advice some times. *wink, wink*

Si Penggebuk Drum




Cute kannnnnn???!!
(sengaja duduk di tepi drum supaya u ols boleh compare size nya. hahaha)

Sudah dibeli untuk Modjo kecil. Titipan dari Modjo besar. Tengah sale juga di Bentley maka dapat diskaun gede.

Tak sabar nak tengok Dedek menggebuk drum neh!



nota: macam terharu ada rakan sekerja beritahu, anaknya gunakan nama saya untuk membina ayat dalam kertas ujian Bahasa Melayu. So sweet lah adik ni!

Ahad, Mac 29, 2009

Ada Apa dengan Perth? - Part 1.5

Entry ini dinamakan Part 1.5 sebab saya dah terlalu mengantuk untuk menghabiskan cerita sehari suntuk. Hehehe...akan bersambung di entry seterusnya.
Day 2 - 23rd March 2009

I was most excited about this day. Coz it's the wildlife day! Dan saya tak sabar nak pegang koala!

We went to Caversham Wildlife Park situated in Whiteman Park in the Swan Valley region. On the way, hujan lebat and kami sempat sesat barat sampai driver (read: me) stress berat then ternampak Margaret River Chocolate Company ditepi jalan. Apalagi, Chocolate=comfort food!!!

Pertandingan Mewarna Donald Duck sementara menunggu food sampai


Hot Choc on a cold rainy day. Lovely!!!




One happy girl

Oh, and free chocolate tasting. Heaven!

Turns out Caversham Wildlife Park is not far from the Choc Factory. Berhenti minum Hot Choc ternyata banyak hikmahnya. Haha.


Bought these raincoats in KL. A friend questioned why do I have to buy it, it might not even rain in Perth, he said. But it might, and it did! I can't resist terus hantar sms ke dia pagi2 tu juga bagitau keadaan cuaca. Hahaha...but it wasn't until everyone put on their raincoat, that I realize, alamak...macam orang Digi! (kubersamamuuuu~~~)

We got into the kangaroo enclosure, saya dan adik langsung jakun. Haha. Kangaroo dalam tu semua dah tak heran dengan manusia, pandang sebelah mata pun tak sudi. Then suddenly this old frail looking kangaroo meluru ke arah saya, I was screaming like mad. Weh, weh...apa nih pakcik kangaroo?? Hahaha.

Turn out ia sangat manja dan mengekori je saya ke mana-mana sepanjang saya dalam enclosure itu. Mak kata dia minat kat saya. Apakah?!. He's totally adorable tho. Poor old guy can't even chew his food anymore. Kesian.


Bagi mama kangaroo makan. Dalam kantung dia got baby kangaroo!


Aksi-aksi bersama kangaroo yang tak patut di tiru


To be continued...

Sabtu, Mac 28, 2009

Ada apa dengan Perth? - Part 1

Day 1 - 22nd March 2009

The 4 of us, Mak, Mak Tam (Mak's elder sister), my youngest sister Dila and yours truly flew AirAsia X yang telah mencharter (maaf, merosak bahasa) pesawat Air Mauritius. Surprise, surprise...dapat food, you all! Hahaha, ramai orang yang terus refuse the food, but when the cabin crews assured us makan free, semua pun ambil lah. Got choices of Nasi Lemak Ayam Kari or BBQ Chicken, I chose the latter.


Sampai Perth pukul 5.30 pagi, ambil kereta sewa yang dah siap-siap booking with Hertz, then pusing2 Perth to familiarize ourselves with the roads. Dan masa ni lah kejadian luar dugaan berlaku. Jeng jeng jeng...(bajet macam buat entri Selangkah Ke Alam Misteri)

Posing bersama Toyota Yaris andalan selama di Perth. I love lah this car!

Made a wrong turn on our way to just check out our hotel, since it was too early to check in anyway. End up in the middle of the city. Nampak a malay girl waiting for bus, tapi nampak side profile je. Happily tunjuk to Mom, "Mak, mak...ada budak melayu!" Sekalo dia pusing, masya Allah, kawan aku! Rai! Terus buka tingkap, jerit nama dia. Jalan besar, so tak dapat nak stop. Sempat lambai2 je.

FYI, I told Rai about me coming to Perth. But since she was going back to Malaysia the same day I arrived, we thought, oh well, jumpa kat KL lah. Tapi obviously, Allah has other plans for us. It was divine intervention ok, who are we to question it. So she texted me and we arranged to meet up later for lunch in Fremantle.
Wikipedia: Fremantle is a port city in Western Australia, located 19 kilometres (12 mi) southwest of Perth, the state capital, at the mouth of the Swan River on Australia's western coast. It was the first settlement of the Swan River colonists in 1829. It was declared a city in 1929, and has a population of approximately 26,000. The city is named after Captain Charles Fremantle, the English naval officer who had pronounced possession of Western Australia and who established a camp at the site. The city contains well-preserved 19th-century buildings and other heritage features. The Western Australian vernacular diminutive for Fremantle is "Freo".
Met Rai in Fremantle Market at noon, perut dah berdangdut so we head all to Kailis to eat Fish and Chips and it was oh so heavenly! Dengan ambiance yang best tepi laut, dengan bunyi burung camar yang Mak Tam awal2 tuduh adalah bunyi burung gagak HAHA pastu sangat banyak Aussie ganteng untuk ku cuci mata, oh oh oh. Rakan-rakan yang belajar di Aussie dulu, aku salut kalian semua kuat iman untuk bertahan bertahun2 di sana tanpa menggeget orang2 yang lalu lalang. Eh, ke ada tapi korang tak pernah bagitau?


Kailis, Voted the Best Fish & Chips


Silalah salivate beramai-ramai.

Then we split into 2 groups, the aunties2 and lil sister wanna go to Myer, a departmental store, I wanted to explore the sights with Rai. Saya saspek , darah camwhore somehow tidak mengalir dalam adik saya, sangat susah mau diajak berfoto atau berposing-posingan. Nasib baik lah ada Rai kalau tak mesti saya sorang-sorang je menjadi tourist sesat.


Cik Rai



She took me to the place she worked during her stay in Perth, a sounvenir shop in E-shed Market. This market is only opened from Friday to Sunday every week. Dari luar kedai, dah dengar bahasa yang ku kenal.

Me: Rai, boss ko orang mana?
Rai: Jakarta.

Hahaha...and I think most Indonesian people coming to Perth will all come and buy souvenirs here, serius masuk-masuk je bunyi dah macam Mangga Dua! I felt at home immidiately!

Beli souvenirs. Sebelum kamu geleng-geleng dan bilang, "Orang Kayaaaa~~~~", only 1 plastic bag is mine. The rest are Rai's.
Restoren di belakang, specializes in Indonesian cuisine

As we walked thru the maze of streets in Fremantle, Rai took me inside an Adultshop. Gasp! Saya jadi jakun siot disitu. I think Rai even took a photo of me in that shop, not that I ever intend to have it published! Hahaha...siap ada tester lagi boleh pegang-pegang test keanjalan! *cultural shock*

Went to a kebab shop, the owner knows Rai and since it's her last day in Perth, he was so kind to belanja us kebab. Semoga dimurahkan rezeki kamu, Uncle! Dan Uncle, kebab kamu the bomb!! (macam lah dia baca)
Hari dah petang, sent Rai home since was going home for good later that nite, then off to our cozy apartment in Northbridge. Brownelea Apartment, managed by a kind lady named Belinda. (nak tengok gambar, sila google.)
Mom and Mak Tam cooked, then we settled for the day. Tomorrow, will be another looooooooooong day.

nota: hari pertama di Perth telah mengenalkan kami berempat pada lawak "He Mother! Her Mother!!" yang telah menjadi annoying inside joke.

Jumaat, Mac 27, 2009

Bukan Cinta Biasa


Kali ini kusadari
Aku telah jatuh cinta
Dari hatiku terdalam
Sungguh aku cinta padamu

Cintaku bukanlah cinta biasa
Jika kamu yang memiliki
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku

Terimalah pengakuanku
Percayalah kepadaku
Semua ini kulakukan
Karena kamu memang untukku

Cinta ku bukan cinta biasa
Jika kamu yang menemani
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku
Terimalah pengakuanku


Menghabiskan hari dengan membaca buku "Eiffel...I'm In Love" untuk kali entah keberapa sambil senyum-senyum thrill guling2 seperti Sabariah mendengar radio dalam filem 'Ibu Mertuaku' sambil mendengar lagu ini.

Oh brondong manisku, manisnya suaramu... *jatuh cinta lagi*

Tengs Shamam for sharing!

nota 1: Afgan biscuits! Pic taken in Margaret River Chocolate Factory in Perth. Tapi tak dipastikan pula adakah biskut ini semanis Afgan. Hehehe...

nota 2: Along wahai maduku terchenta, jangan sedih hati ok? Ku bersamamuuuuu~~~

Back!


Home Sweet Home.

More updates later.

Kepada sesiapa yang kangen saya, jangan risau, saya kangen kamu juga. Kangen banyak-banyak.

Sabtu, Mac 21, 2009

1000


Itulah jumlah posting yang telah saya buat. Semenjak 6 tahun yang lalu. Walaupun mungkin ada yang rasa itu bukan apa-apa, tapi saya sendiri rasa macam tak percaya, apa benda yang saya dah buat dalam hidup ni selama 6 tahun sampai ada 1000 benda yang saya nak kongsikan dengan semua?

Dengan segenap kerendahan jiwa, thanks to everyone yang pernah membaca, sedang membaca, bakal membaca blog ni. Eceh, konon bajet macam banyak la orang nak baca. Padahal, berangan la nak jadi orang kaya Nuffnang macam dia neh.

Terima kasih, terima kasih, terima kasih...1000 kali. :-D


Meanwhile, I leave you guys with these 2 photos of Faie's beautiful lil daughter, Hannah. She was born on 17th March at 2.50pm, 2 weeks ahead of schedule. Saya suka, sebab mula-mula Faie was worried I won't be around when she gives birth, takleh la saya nak dukung-dukung cium-cium ambil-ambil gambar taruk kat blog. Haha. And I'd hate to not be there for them too. Sempat la ganti shift with Kotok, Faie's hubby, when he had to go home and get some stuffs, just making drinks for the new Mama, making sure she's comfy, angkat Hannah bila dia lapar and menangis nak susu. I am all set to become a Nanny! Tinggal nak kena ada shrill voice and body to die for nak pakai baju ketat-ketat kilat-kilat singkat-singkat jek. Tapi, that's a different story alltogether.


Dear Hannah,
Throughout these years that I've known your mom, she has been a constant support in my life. Never judgemental, never negative, beautiful inside out, that's ur mom. I'm forever blessed to have her as a friend, and to be the daughter of such a wonderful person, Hannah darling, you're so damn lucky. May you grow as beautiful and perfect as your Mama, pintar, sihat, manis, menyenangkan, penuh keberkatan. Muahhh! KAK Farina sayang kamu.


(wah ceh, berangan nak suruh Hannah panggil KAKAK. Hahahaha!)

And Faie babe, Happy Birthday!


Nota: bye peeps, off to Perth!

Rabu, Mac 18, 2009

Bukan Kerana Nama

Last nite, on my way out from the house, I bumped into my next door neighbour. Yeah, the long-haired super rockstar dude. I still remember the 1st time I saw him gardening in his lawn, dressed in his pristine white tshirt and kain pelekat, I got starstrucked. Macam, ajigile-kawwabunga-nokiddingmeh-apakamubuatsebelahrumahsaya??!!

So I meekly said, Hi! (dengan muka hyper macam overdose kopi tongkat ali)

He answered, "Assalamualaikum".

Haha...saya yang termalu sendiri cepat-cepat jawab salam langsung lari masuk rumah.

Dan hanya malam tadi, hampir 2 tahun agaknya selepas kejadian di atas, selepas bertukar-tukar beberapa ayat ringkas selayaknya masyarakat berjiran, baru saya sedar saya tak pernah menulis tentang this one of the closest guy to me. Sahih la dekat, jiran sebelah rumah.



He has been called 'Papa Rock' and 'The True Voice of A Generation'. He has been in the music industry since 1975. He has won so many accolades and awards that his biodata runs to eight pages long. He is none other than Ramli Sarip, rock icon of local Malay music and artist extraodinaire!

One of my favourite songs...



Bukan Kerana Nama

Jangan kau pandang bibir yang manis
Kerana dia bisa menghancurkan
Jangan kau pandang wajah yang indah
Kerana dia bisa meracunmu

Dengarlah hai teman
Dengarkan bersama
Aku menulis bukan kerna nama
Kerna sifat kasih
Pada sesama insan
Dan menyatakan kasih sayangmu
Kita sama semuanya sama
Apa yang ada hanyalah kehidupan

Jangan kau dengar puisi dusta
Kerana dia bisa merosakkan jiwamu
Dengarkanlah puisi di pusaka
Yang telah turun temurun hari ini

Jangan kau alas hatimu itu
Dengan secebis warna kehitaman
Dialah seperti anai-anai
Lambat laun hancurlah dirimu


Keep on rockin', Papa Rock!

nota: semalam masa tegur dia, he addressed me with, "Hai, Anak!" Cute kan? *starstruck*

Oh no!

I'm like dead bored at this tax seminar.Truth is the topic is rather interesting (wahaha..Tax can be interesting meh?) but still, mungkin kerana saya ada built in fuse yg lgsg buat saya shut down when attending seminars/meeting/training dan hal-hal seumpamanya.

Worst of all,

Saya lapar!

Selasa, Mac 17, 2009

Syhhhhh...


Joyah (bukan nama sebenar)

As our office/lab is open concept, chatting/gossip may affect work efficiency and interruptive to others work.
I have prohibited our workers from chatting/gossip in lab, if possible pls reduce chatting/gossip during office hour in the office as well as you are sitting in the center table.


Regards,
Puan Kepochi (juga bukan nama sebenar)


Humang aih!

Tidak, saya bukan penerima email di atas. Ada seorang sahabat mem'forward'kan kepada saya. Cannot tahan...takleh gossip at all.

Puan Kepochi patut tulis jek, no gossiping, gossip tu dosa.

Atau, hire some robots.





nota: rasa macam nak demam pulak ni. Oh No!

VOTE EARTH - Earth Hour

YOUR LIGHT SWITCH IS YOUR VOTE

This year, Earth Hour has been transformed into the world’s first global election, between Earth and global warming.

For the first time in history, people of all ages, nationalities, race and background have the opportunity to use their light switch as their vote – Switching off your lights is a vote for Earth, or leaving them on is a vote for global warming. WWF are urging the world to VOTE EARTH and reach the target of 1 billion votes, which will be presented to world leaders at the Global Climate Change Conference in Copenhagen 2009.

This meeting will determine official government policies to take action against global warming, which will replace the Kyoto Protocol. It is the chance for the people of the world to make their voice heard.

Earth Hour began in Sydney in 2007, when 2.2 million homes and businesses switched off their lights for one hour. In 2008 the message had grown into a global sustainability movement, with 50 million people switching off their lights. Global landmarks such as the Golden Gate Bridge in San Francisco, Rome’s Colosseum, the Sydney Opera House and the Coca Cola billboard in Times Square all stood in darkness.

In 2009, Earth Hour is being taken to the next level, with the goal of 1 billion people switching off their lights as part of a global vote. Unlike any election in history, it is not about what country you’re from, but instead, what planet you’re from. VOTE EARTH is a global call to action for every individual, every business, and every community. A call to stand up and take control over the future of our planet. Over 74 countries and territories have pledged their support to VOTE EARTH during Earth Hour 2009, and this number is growing everyday.

We all have a vote, and every single vote counts. Together we can take control of the future of our planet, for future generations.

VOTE EARTH by simply switching off your lights for one hour, and join the world for Earth Hour.

Saturday, March 28, 8:30-9:30pm.

VOTE EARTH

Visit http://earthhour.org.my/ for more details.

Jalan-Jalan Terus

A friend of mine said, this blog should be renamed, instead of 'Jalan Terus', to 'Jalan-Jalan Terus', because he said I do little else but that.

Back in school, Puan Halimah, my form 5 English teacher even wrote in my journal, that I should be a travel guide or an ambassador or something like that. Sebab masa tu pun dah suka sangat berangan-angan to travel places.

Mostly orang kata, banyak duit kau, asyik berjalan je?

Diorang tak tengok saya buat macam-macam nak kumpul duit to travel. Jual kuih, jual kek, jual barangan terpakai, jual tudung...tinggal diri je yang belum tergadai. (dan insyaAllah, nggak akan pernah.) Bak kata pepatah, "dimana ada kemahuan, disitu ada jalan". Eceh. Cikgu Meor mesti bangga. Haha, mesti nak sebut nama dia juga, sebab nanti dia kecil hati saya sebut nama cikgu Bahasa Inggeris sahaja. Cikgu Meor adalah cikgu Bahasa Melayu yang best. He gave me a nick name back then, "Kurma". Saya suka assume dia panggil saya 'Kurma' sebab saya pintar, bukan sebab kulit saya kecut.

And so, saya nak berjalan lagi. Next week, Perth. Encik Header Maker has picked up the vibes when he designed the current header. (Btw, kalau tengok the original pic ada Hugh Jackman yang oh-my-God sangat hot) He gave me a new one last nite, Perth-themed too, cun gila babeng so that will be up real soon. Thanks Header Maker!


Saya tak sabar nak posing dengan Kangaroo!


Meanwhile, kehangatan nak ke Jogja juga makin terasa. Lebih sebulan lagi, but there's so many things to do. Booking hotel, booking bas (terpaksa booking bas ye tuan-tuan dan puan-puan, rombongan cik kiah 19 orang neh!), susun jadual, kumpul brondong manis (eh eh. tak baik) Thank God for friends who are helping us! You people, are absolutely the best!


Shamam and I telah termakan racun Adel & Aie, and we decided to extend our stay for a few more days. Hahaha. Bak kata Aie, kalau seminggu, barulah cukup nak bergossip ria dan mencari cowok. Wah ceh, alasan kedua tu tak boleh tahan.

Makin semangat berkerja coz I have these 2 trips to look forward too!!

Jalan-Jalan Terus!

nota: hello kamu, nice poem. thank u.

Isnin, Mac 16, 2009

Senyum


Sangat happy hari nih.

Senyum sampai lenguh muka.

NGEHEHHEHHEHEHEHEHEHEHEHEHE.

Memang kena sewa bas ni nampaknya.


nota 1: cepatlah sampai bulan April!!!

nota 2: saya macam nak extend stay. hahaha...tuan rumah dah kata okay! Boleh tak, rakan-rakan?

ad: Lg ada kerjaan di perth?
ad: Ato sdh menyerah dgn pria2 jogja, jd cari pria2 bule? Haha

f: ahahahah
f: aie pesan
f: bule gpp
f: asal jgn aborigin!

ad: Yg di isi lg biar nda k0s0ng hehe
ad: Haha
ad: Aku cukuplah satu
ad: Hehe

f: hahaha...kalo DT mah, kyknya udah lebih dr cukup
ad: Aku cmn mo jas0n ato james m0rris0n
ad: Hehe

f: hahah...2 most sexiest men
f: not fair

ad: 4 m0st sexiest men
ad: + DT n ayman

ad: Haha
f: gimana yah, kalo aku agree klo DT itu sexy
f: bs2 ditimpuk pake sendal

ad: Haha
ad: Nda kok, gpp klo hanya brucap hehe

f: kalo gitu...
f: iya, DT sexy
f: hahaha


hahahaha...akhirnya, terluah juga yang selama ini tersimpan di dalam dada, hakikatnya saya rasa suaminya sexy. Hahaha...

Kangen.

f: mereka ingat gak ya
ad: Inget pasti
ad: Setiap ada kijang, ayman blg itu m0bil tante rina

ad: Maksudnya kmu hehe
f: wahhhhh....!!!
f: terharuuuu

ad: Mereka inget jg ma bal0n n naem
f: hahaha
ad: Haha
f: harus bawain belon nih

ad: Haha
ad: Cukup bwa diri aja, mereka seneng pasti
ad: Haha

f: siappp!


Sigh.

Son-In-Law

f: i have a feeling anak km pasti super ganteng waktu besarnya nnt
f: hahaha
f: booking ya jd menantu?
a: wahh,kl dibookingnya ma km,lebih 10thn tuhh
a: buat anak km aja deh'hehe

f: hahaha
f: iya, buat anak aku maksudnya
f: duh klo buat aku, kasihan deh ael
f: hahaha

a: hahaha,siap!!! ael taken by farina's daughter
a: hahaha
f: yah, tambah smgt ni cpt nikah, cepat2 buat anak perempuan
a: amiennnnnnnnnnn


Wah ceh, bakal anak I got calon suami already.

Now I have to work extra hard to make babies!

Ye, nikah dululah. Baru make babies. Hahaha.

nota 1: Ael's wearing baju yang dihadiahkan bakal mak mertua in that photo. *heart*

Perempuan dan Film

I found this in Dian Sastro's blog. Salut to her for this great article, hope she wouldn't mind me sharing it here, kerna harusnya lebih banyak perempuan (dan, lelaki) yang membaca ini. Enjoy.


Perempuan dan Film
Notes : ini tulisanku yg semula dibuat sebagai salah satu dari rangkaian promo film Drupadi, Namun karena satu sebab, tidak jadi dipublikasikan dan aku putuskan untuk dmuat di blog saja. Terima kasih kepada mbak Leila S. Chudori yang membantu mengedit dan merapikan bahasa :)

oleh Dian Sastrowardoyo

Sebagai seorang perempuan saya menyadari betapa dekatnya saya dengan film. Bukan hanya sebagai pekerja film, tetapi juga sebagai penikmat film sebagai oksigen hidup saya. Bagi saya, banyak sekali fase dalam kehidupan seorang perempuan yang bisa dirayakan dengan menyaksikan sebuah film. Saat saya tengah ’down tempo’ (ini terminologi yang saya gunakan bersama teman-teman ketika kami memerlukan ’asupan semangat’) misalnya, saya pasti menghabiskan waktu luang saya untuk menyaksikan sederet feel good movie bersama teman-teman saya. Inilah serangkaian film yang memang dibuat untuk pasar penonton perempuan yang sedang merasa perlu diingatkan bahwa mereka pasti bisa melalui semuanya.

Serangkaian judul film yang pernah menjadi menu girls movie night kami antara lain adalah: The Sweetest Thing (Roger Kumble, 2002 ), Shop Girl (anand tucker 2005,) Sex And The City (Michael Patrick King, 2008) bahkan Charlie’s Angels : the movie, (McG 2000). Walaupun itu adalah film-film ringan, namun cukup efektif untuk membuat kami lebih optimistis saat membaca credit title di penghujung film. Saya menyadari bahwa film ternyata kini telah berubah fungsinya menjadi salah satu alat bertahan, survival essentials, untuk seseorang individu. Tidak hanya perempuan, tetapi para lelaki (terutama mereka yang masih lajang dan memiliki banyak waktu untuk dihabiskan sendirian) berupaya mempertahankan kewarasannya di tengah riuh rendahnya hidup hanya dengan bermodalkan stok koleksi dvd di kediamannya. Dengan kata lain, film menjadi sebuah eskapisme dari kerutinan sehari-hari yang mendera, yang kelak menciptakan sebuah renungan tentang hidup.

Namun, selain pengisi jiwa, di dunia industri, film juga memiliki pengaruh yang luar biasa. Jika kita meneropong gaya hidup perempuan melintasi masa misalnya, film dapat menjadi sumber yang sangat mudah untuk dijadikan referensi. Dari perspektif perkembangan fashion dan gaya hidup, kita sudah bisa menjejerkan beberapa judul film yang berhasil menangkap detail fashion dan gaya hidup yang sangat menarik seperti The Devil Wears Prada (David frankel,2006); Sex & The City (Michael Patrick King, 2008), Marie Antoniette (sofia coppola, 2006), Darlings, pret a porter : ready to wear (robert altman, 1994) dan Annie Hall (Woody Allen, 1977). Film telah menjadi artefak budaya yang selalu menjadi ’teks’, dimana kita di dalamnya, kita ’membaca’ atau memahami lebih jauh mengenai kebudayaan manusia. Dalam hal ini, ’teks’ dalam film kita lihat sebagai isi (content) yang kompleks dari kejadian-kejadian (gambar, kata, bunyi) yang berhubungan satu sama lain didalam sebuah konteks yang bisa menjadi cerita atau narasi. Namun marilah kita coba melihat lebih dalam lagi tentang bagaimana film selama ini mempersepsikan perempuan.

Perempuan sebagai objek di dalam Film
Apa yang kita bayangkan dari film-film seperti James Bond, Scream, I Know What You Did Last Summer, American Pie, Bourne Ultimatum? Film-film ini menggambarkan perempuan dengan keindahan fisik yang luar biasa (yang biasanya jauh sekali dari penampilan perempuan sehari-hari), dengan wajah yang cantik dan tubuh yang sempurna, dan dengan baju dan penampilan yang sengaja memfokuskan pada keindahan tubuh tertentu. Buah dada yang besar, kaki luar biasa jenjang dan rambut bak mayang terurai adalah penampilan dari figur perempuan yang menjadi resep membuat film yang laku di pasaran. Di dalam film, perempuan sering sekali digambarkan sebagai pemanis, penghias, dan tidak memiliki urgensi kepentingan peran apapun terhadap jalan cerita keseluruhan. Mereka muncul sebagai sosok yang perlu diselamatkan atau ditolong. Ini adalah sudut pandang pembuatan film yang sangat patriarkis, atau lebih parah lagi bersifat phallocentric. Film-film ini menggunakan sudut pandang laki-laki. Maksudnya adalah bahwa yang membuat film ini mengandaikan bahwa yang menonton film itu adalah laki-laki semua, atau cerita yang digarap menggunakan cara pikir laki-laki. Yang menarik dalam hal ini adalah: bagaimana penonton film menyaksikan film yang berlogika maskulin, ini berarti membuat perempuan membaca teks yang tidak bisa menggambarkan perempuan secara utuh. Perempuan dilihat hanya sebatas definisi fisiknya saja: memiliki tubuh dengan buah dada, pinggang yang kecil, kaki yang ramping dan rambut panjang. Sementara perempuan sebenarnya jauh lebih plural daripada definisi yang sederhana itu. Ada banyak sekali dimensi kehidupan, karakter dan cara pikir perempuan yang tentunya tidak akan dipahami oleh sang pembuat film yang maskulin itu, karena tentunya mereka tidak pernah mempunyai pengalaman hidup sebagai perempuan.

Yang kurang menguntungkan bagi kita adalah para penonton perempuan saat menonton film sejenis ini menjadi terbiasa membaca diri nya sendiri dengan sudut pandang laki-laki; dari sebuah sudut pandang yang meredusir atau menyederhanakan sosok perempuan. Perempuan hanya didefinisikan dari fisik belaka. Pada gilirannya, kitapun mengukur ke-‘perempuan’an kita sebatas penampilan fisik saja, sehingga kita sebagai kaum perempuan di zaman modern ini jadi terlalu repot dan terlalu sibuk mendefinisikan diri kita sebagai perempuan melalui segi penampilan fisik. Karena kita terlanjur memiliki peikiran bahwa definisi fisik adalahlah satu-satunya definisi yang menjadikan kita perempuan, maka kita terlalu sadar diri (self-conscious) terhadap bentuk tubuh kita(apakah kulit saya cukup normal untuk kulit ‘perempuan’? rambut saya cukup ‘perempuan’? apakah bentuk kaki atau lengan saya cukup ‘perempuan’? apakah buah dada saya cukup ukurannya sehingga cukup ‘sah’ untuk menjadikan saya ‘perempuan’?). Tanpa kita sadari kita terlalu banyak menghabiskan energi, waktu, dan uang demi merawat bahkan memodifikasi bentuk tubuh yang kita miliki. Kita lupa dengan multi dimensi lain yang dimiliki oleh perempuan.

Namun kabar baik bagi para penonton perempuan adalah, saat ini telah lahir sineas perempuan yang memiliki wewenang untuk menentukan isi film yang menggambarkan komplesitas perempuan.

Perempuan yang menciptakan teks tentang perempuan.
Seorang sutradara perempuan, penulis skenario perempuan, produser perempuan memiliki kuasa atau wewenang untuk menciptakan representasi perempuan yang melawan sistem patriarkis. Melalui film-film seperti ini, para penonton perempuan dapat ‘membaca’ teks yang karya sineas perempuan juga. Kita jadi dapat lebih mengerti diri kita sebagai perempuan dengan melihat bagaimana perempuan lain mencoba menulis tentang dirinya atau tentang apa yang dia pahami tentang perempuan, tentunya lengkap dengan berbagai aspek yang multi dimensional akan menjadi seorang perempuan.
Film-film yang mampu berbicara yang lahir dari sineas perempuan adalah The Piano (Jane Campion, 1993), Monster (Patty Jenkins, 2003), Virgin Suicides(Sofia Coppola, 1999), Lost in Translation (Sofia Coppola, 2003), Monalisa Smile (mike newell, 2003) ,Frida (Julie Taymor,2002)

Sementara beruntunglah kita, di Indonesia walaupun dunia film masih tergolong baru lahir, banyak juga tokoh sineas perempuan yang langsung ikut mewarnai menu perfilman nasional: Nan T. Achnas dengan film Pasir Berbisik (2001), Nia Dinata dan kawan-kawan dengan rangkaian film pendek “Perempuan Punya Cerita (2007).

Dengan dosis sehat menonton film perempuan seperti ini, kita jadi tidak terjebak dalam definisi dangkal yang itu-itu saja dalam memaknai diri kita masing-masing sebagai kaum perempuan. Kita juga dapat lebih menghormati ke’perempuan’an kita yang lebih utuh yang lebih lengkap dengan multi dimensi kehidupan kita dengan berbagai peran dan tantangannya. Kita dapat lebih berani menciptakan definisi diri kita sendiri yang lebih independen, tidak lagi bergantung pada peradaban patriarki untuk memberikan definisi mereka yang terbatas untuk menandai kita perempuan, tidak lagi tunduk dengan pendapat yang diberikan dari luar tetapi lebih mandiri untuk menciptakan pendapat dari dalam. Mari kita membebaskan diri dari sistem penandaan maskulin, mari kita ciptakan sendiri logika dan cara berpikir feminin yang bebas dari judgement, dogma, cara pandang yang misoginis.

____
beberapa film unik pilihan Dian Sastrowardoyo untuk dinikmati bersama cocktail & nibbles kegemaran di rumah:
1. The Science of Sleep, Michel Gondry,2006
2. Eternal Sunshine of the Spotless Mind Michel Gondry, 2004,
3. Little Children, todd field 2006
4. Juno, Jason reitman, 2007. ellen page bermain cemerlang, dan script nya yang ditulis oleh Diablo Cody bagus sekali, tidak tendensius
5. Persepolis, Vincen paronnaud dan marjane satrapi, 2007, animasi,biography, drama, diangkat dari grafik novel berjudul sama karya marjane satrapi, tentang kisah hidupnya. Poignant coming-of-age story of a precocious and outspoken young Iranian girl that begins during the Islamic Revolution.
6. The Darjeeling limited, Wes Anderson 2007 action, comedy, drama pemain owen nilson dan adrien broody
7. The fall, tarsem Singh 2006, action, drama, fantasy : anak kecil yg jadi Alexandria ( catinca vutaru) akingnya natural dan fyi Bali menjadi salah satu lokasi syutingnya, menggambarkan panorama keindahan ubud dan tari kecak
8. Sideways, Alexander payne, 2004 comedy, drama, romance
9. Into the wild. Sean penn 2007
10. La vie en rose (la mome) Olivier dahan, 2007, biografi, drama, musical, menceritakan kisah hidup penyanyi legendaries perancis, edit piaf.marrion cotillard memperoleh oscar sebagai artis terbaik dalam film ini
11. I’m not there, todd Haynes, 2007 biography drama musical, tentang bob Dylan Ruminations on the life of Bob Dylan, where six characters embody a different aspect of the musician’s life and work. Plotnya sedikit rumit dan melompat-lompat, tapi di sini kita bisa melihat akting cate blancett sebagai bob Dylan
12. Berbagi suami, nia dinata 2006, drama. 3 cerita dengan benang merah poligami
13. Memories of matsuko (kiraware matsuko no issho), tetsuya nakashima, 2006, drama
14. Running with scissors, ryan Murphy 2006, drama
15. Rindu kami padaMu, garin Nugroho, 2004, drama, tentang kehidupan di sebuah pasar


Nota 1: nice one, Dian!
Nota 2: Teringat seorang rakan yang ada hati nak memadukan saya dengan Dian Sastro. Hahaha...

Sabtu, Mac 14, 2009

Ada apa dengan hujung minggu?

Will be off to Sungkai, Perak (kampung Shamam!) in a few more minutes, sedang menunggu dijemput oleh CIk Soraya. Why we're going there, (for me, it is kinda work related) will write about it later (and, going with Cik Soraya, I am sure, teramat yakin, there'll be lots and lots of pictures too. hahaha)

But I sure hope will get to go here later today.



Lovely.

Bye all, have a good weekend. Muah Muah.

Jumaat, Mac 13, 2009

Lelah


Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi, sepi dan sendiri
Aku benci

Aku ingin bingar
Aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga
Jika ku sendiri

Pecahkan saja gelasnya
Biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh

Ah...ada malaikat menyulam
jaring laba-laba belang
di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera?

Atau aku harus lari ke hutan
belok ke pantai.........


Nota 1: I feel this poem.
Nota 2: Gambar Nico tu buat saya merasa seperti mahu......

Bukan Superwoman


"betul jugak, ko dah cukup superwoman dah farina oi!
nak buat muka cam takde pape everytime mcm tambah beban je"


Something about her words membuat saya ketawa pagi ini. Superwoman, huh?

Of late, several friends commented yang mereka jarang mendengar cerita saya. Despite updating my blog almost daily, I have sort of fell out of the radar, and ppl have noticed. Saya okay. Saya sihat. Handphone number saya masih belum berganti, kalau nak ajak saya keluar minum saya setuju je.

Dan saya masih tersenyum (walaupun kadang, plastik) dan, buat muka cam takde pape.

Sometimes, it is so much easier, kan?

Thanks babe, we'll catch up lepas kamu BTN k?

I'm not your superwoman
I'm not the kind of girl that you can let down
And think that everything's okay
Boy, I am only human...


Jalan terus!

Khamis, Mac 12, 2009

Ada Apa Dengan Batam - Part 3, The Concert

Setiap kali nak start writing part 3 je, terus gelak giggle-giggle macam budak 17 tahun (adek beradek saya tentu tahu mengapa angka 17 yang saya pilih. huhuhu *nanges pilu*) baru belajar nak bercinta (walaupun, hakikatnya, kanak-kanak zaman sekarang umur 5 tahun dah pandai-pandai. Mungkin seperti yang telah dikupas disini, itu adalah kesan budak-budak main dengan Barbie yang ada boipren bernama Ken) Haish, parah.

Izinkan saya memulakan cerita saya dari saat I called Bri and Eross picked it up and I hyperventilated dan reaksi luar kawalan adalah terus menutup muka dengan tangan. Malu. Dan sangatlah tidak relevan kan, perbuatan menutup muka itu kerana hakikatnya kami bukan bervideo call dan saya bisa saja menutup muka saya dengan kelambu, tikar buruk, atau bantal busuk...ataupun berpakaian ala matador lembu, penari eksotik (wah wah) atau pun mata-mata gelap hatta tidak berpakaian sekalipun, dia tetap tidak akan tahu.

We were told to get ready by 7.30, concert was supposed to start at 8.30, but the weather was so bad, hujan lebat kilat sabung menyabung guruh berdentum di langit, maka konser tertunda, jam 9 baru gerak dari hotel, jam 9.30 barulah Sheilaon7 took over the stage. Sebelum Sheila tampil, acara dimeriahkan oleh penampilan lima finalis festival band Honda Absolute Revo antara lain Youngest Band, Merapi Band, Oxygen Band, Biscuit Band dan Cappucino Band. Dan, akhirnya terpilih Merapi Band sebagai juara pertama.

Naem suka kat anggota band yang menang tempat ketiga, haha...tapi tatau band mana satu! But I must say, memang cute sunggoh pilihan Naem. Again, he looks like Andy (orang Batam banyak muka macam Andy ke??)

Backstage sementara menunggu show mula, sangat penuh dengan orang, coz the tent was small, dengan 5 band finalis tu lagi, sanak saudara, rakan taulan, serta kami-kami yang menyebok, it was packed!


Eross and Ferry chilled with us, main game on Tini's phone, Eross tunjuk handphone baru dia (ehem...Blackberry BOLD)


then he was ushered to the stage. Bb Bold masih ditanganku, maka bertanyalah saya kepada sang empunya, ini sama aku ya?



Sang Empunya BB Bold: Iya, titip ya.
(bunyi biola memainkan lagu cinta remaja)


They sang 11 songs that nite, antaranya (yang masih saya ingat) J.A.P, Arah, Mudah Saja, Terima Kasih Bijaksana, Betapa, Sahabat Sejati, Dan, Yang Terlewatkan dan Pemuja Rahasia.

Hujan masih membasahi bumi, so first we tried our MacGyver skills and turned our Sheilaon7 banner menjadi khemah. It Worked!...for like, 5 minutes. Lepas tu semua orang drenched. Mas Bary came, took a look at us, kesian agaknya tengok muka seposen kami (I even tried my Puss in Boots expression, which, prolly look more like Shrek), buka raincoat yang dia pakai, and gave us to us. Yeayyy! Makasihhhhh! Lihatlah wajah2 kegirangan berlindung di sebalik baju hujan Mas Bary, our hero (auwwwww...)




The concert was awesome!!!





For more photos and stories about the concert, please visit http://www.sheilagankmalaysia.com/

After the concert, when back to the hotel coz the boys wanted to change into something dry, then off to a Bakmi Jawa place with Duta's relatives. Had mi goreng. Then one of Duta's cousins kot, ordered Wedang Ronde and suruh Tini rasa. Eross dok gelak2. Last-last saya yang habiskan (sambil tertanya-tanya di dalam hati, adakah Eross impressed? Hahaha) Ye Ull, nak keluarkan angin. Selepas 3 hari pun saya masih burping-burping lagi. Sangat power.

Dinner was on Duta, walaupun dia sempat suruh bayar dengan cara pergi ke rumah sepupunya dan mencuci pinggan mangkok (ketahuilah, saya rela...) then back to the hotel.


Tidur.

1st March 2009
Woke up. Mandi. Solat. Packing. Had breakfast. Check out. Took the 9.30 ferry back to JB. Arrived jam 12 waktu tempatan. Lunch at Naem's place. Pukul 2 bergerak pulang ke KL. Sampai rumah 7.30 malam. Soraya dah menunggu. Ganti baju, naik kereta Soraya...

Dan langsung ke konsert M.Nasir.

But that's a different story altogether. :-)

March 2017 - 'Ada Apa Dengan Jogja?' (Part 2.5)

Honestly tho, I have nothing much to say about the show, except what everyone would already know...It was AH-MAY-ZINGGGG!!! *fangirling mod...