Selasa, Mac 10, 2009

Ada Apa Dengan Batam? (Part 1)

Words of caution: This will be long. Knowing my adek beradek (hahaha...terutama, Kak Im yang sangat detail orangnya), I shall try not to skip anything. So yang lain, this entry, might be painfully berjela-jela.

26th Feb 2009
12 mlm baru saya dan adik bongsu gerak dr rumah jemput Tini dan June sebelum ke JB. (Nanti mesti ada yang tanya, kenapa gerak lambat sangat...jawapannya, Tini ada hal.) Dari KL sampai Senawang, hujan yang amat lebat menyukarkan pandangan serta jalan gelap, maka cik driver (read: saya yang cantik) memandu pada kelajuan selamat menyebabkan kami tiba di rumah Naemah di JB pada pukul 5.30 pagi.

27th Feb 2009
Driver lelap mata sejam lebih, bangun mandi solat minum air terus dihantar ke The Zon oleh ortu Naemah (terima kasih makcik pakcik!) dan dapat naik feri jam 8.30 pagi (Harga tiket feri JB-Batam-JB, RM120 return).


Dalam feri, tidur lenaaaa sampai diorang lain bercerita ada budak kecik buat bingit pun saya tak sedar apa. Ferry trip took 1 and a half hours time, sampai Batam pukul 9 w.i.b, perut dah nyanyi keroncong untuk ana. Laper! Terus belasah nasi padang yang mahal di terminal.

Jalan2 ke Batam Megamall sebelah ferry terminal, jalan2 shopping barang dapur tahap macam nak duduk sebulan. Tak percaya, check this out:



Haha. Tapi 1 trolley tu bag kitorg berlima, yg satu trolley tu je, tak tau beli apa. (Eceh, tak tau konon). Sempat lagi main-main mata dengan cashier comel. (Oh, sepanjang entri ini, akan banyak episod main mata dengan orang comel)

Check in hotel, call Adel & Aie, bergosip-gosipan, sembang dengan Dedek (omg, kangen!)

me: dedek ke batam yuk?
dedek: Tante, tante...dedek punya pesawat...2! tapi 1 di air, 1 lg terbang...tp gak ke batam lho...(nada kesal)
me: hahaha (seriusly kangen)

Call Bri, ketemu anak-anak yang baru nyampe di lobi hotel, cipiki cipika, keluar lunch di resto padang sebelah hotel, balik hotel, ketemu ErossBri on their way out yang katanya mau keluar cari jajan tapi ternyata beli hp (atau hp boleh dibikin jajan??), hang out with DutAdam, belatedly celebrate Adam's birthday,


(saje nak taruk this photo sebab kitorang macam cute. hahaha.)


then off to do some touristy stuffs...at the Barelang Bridge!
Wikipedia: The Barelang Bridge (Jembatan Barelang) is a chain of 6 bridges of various types that connect the islands of Batam, Rempang, and Galang, giving the system its name. The smaller islands of Tonton, Nipah, and Setotok (considered as parts of the Batam Island chain itself) connect Batam and Rempang, the entire Barelang region covers 715 km².[1] The bridge is an icon of the local area and is a popular tourism site. Some locals call the bridge Jembatan Habibie after Jusuf Habibie, who oversaw the project in construction, aiming to transform the Rempang and Galang islands into industrial sites (resembling present-day Batam). However, the bridge site has grown more into a tourist attraction rather than a transportation route.





Batam Next Top Models? Not!


From there, off to BCS, terus menuju Gramedia, bought 2 books for myself and 1 for Shamam (hehe...you know i love u, biebz) then dinner di Ayam Penyet Ria (siap dengan penuh pede minta sambal extra akibatnya bibir seperti ditimpuk sendal/dicucuk kolagen) opposite BCS. Anak2 Sheila mlm ni ada private dinner show for Honda customers (beli motor dapat tiket free makan dan menonton Sheilaon7! Hahaha) We were tired and all so we gave it a pass, instead melepak di tepi hotel menikmati permandangan Batam (serta waiter yang aduhai...indahnya mata memandang. I tell you, macam Andy Estranged! Berapa kali terbabas cakap English dengan dia, sebab terasa dia macam Andy. Hahaha...) dan masuk tidur awal (with the gals, not with Andy lookalike. Dem.)

To be continued...

Tiada ulasan:

#27

My current favourite writer: Fiersa Besari. Sederhana, cerdas dan mengena. If you haven't read any of his works, you should. ...