Jumaat, Mac 13, 2009

Lelah


Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi, sepi dan sendiri
Aku benci

Aku ingin bingar
Aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga
Jika ku sendiri

Pecahkan saja gelasnya
Biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh

Ah...ada malaikat menyulam
jaring laba-laba belang
di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera?

Atau aku harus lari ke hutan
belok ke pantai.........


Nota 1: I feel this poem.
Nota 2: Gambar Nico tu buat saya merasa seperti mahu......

8 ulasan:

anis-chan berkata...

mau apaaaa yang ooiii...

aku tau.. hahahaha

along berkata...

mau aummmmmm!!!

*koyak koyak baju*

f a r i n a berkata...

ha ha ha ha...

terserah kepada tafsiran individu.

cek^sou! berkata...

rarrrrrrrrrrrrrrrr~~~


aku pun mau :D

shamamia berkata...

mau mau tapi malu? haha

naemah berkata...
Ulasan ini telah dialihkan keluar oleh pengarang.
naemah berkata...

lari ke hutan, ketemu monyet
lari ke pantai, ketemu cumi2

*lupa lagu sapa yg kat atas ni

Dendy Darin berkata...

tu lagunya pecas ndahe, the craziest comedy musician ever!

#27

My current favourite writer: Fiersa Besari. Sederhana, cerdas dan mengena. If you haven't read any of his works, you should. ...