Khamis, April 16, 2009

Patronus

Biasanya kalau saya tutup blog, itu tandanya emosi saya rapuh dan instead of menulis hal-hal yang tidak jelas dan menjangkitkan depresi kepada orang sekeliling, saya rasa ada baiknya I take a moment alone. Haha...gitu deh.

Sekarang dah okay ke? Hmm...tak juga. Then I read this and I was like, Whoah! That's exactly what I need! My own Patronus!

"Gue jadi inget, gak selamanya gue bakal ada di dalam posisinya jelek. Gak selamanya bernasib buruk. Kadang, kalau kita sedih, kita berpikir, kita gak akan bisa ngelewatin ini… kita gak bahagia.. dan kita orang paling miserable di dunia ini. Dengan mengingat-ingat yang seneng-seneng lagi, gue jadi sadar, yah mungkin hidup gak selamanya di atas. Gue pernah bahagia, dan beberapa saat lagi I will get my spirit back."
- Raditya Dika.

Saya tak berniat untuk berkongsi apa mantra Patronus saya, or how far has it worked.

I just wanna thank those people, who with their simple gestures, kind words (err...okay, ada yang were harsh with their words, but I needed that) made me feel a whole lot better, Lissa, thanks for offering your help, Ismail, thanks for calling me Paris Hilton, Along, thanks for hearing me out, the rest, thanks for asking me if I was okay, thanks for not asking for details, thanks for not hating me for blocking my blog (biasalah, emo), thanks to 2 new friends yang berkongsi cerita seharian dengan saya, you won't even know I am thanking you here, Sou, thanks nak geget2 saya, comel sangat kamu tau, Everyone, thanks. Thanks for still reading this blog walaupun saya selalu entah apa-apa emo sikit terus nak tutup blog.

Walaupun gak punya tongkat sihir..
my Patronus charm works.
Sekarang gue lagi senyum.

Thank you too, Dika.

And so I am back. :-)

Untuk Shamam,

Saya dengar lagu ini tadi di Sinar FM. Langsung senyum-senyum ingat kamu. Terimalah...

Ria Resti Fauzi ~ Cintaku Sampai ke Ethiopia

Kalau kau benar sayang padaku
Dan kalau kau benar cinta
Ucapkanlah janji setiamu

Kalau kau benar sungguh mau
semua milikku untukmu jiwa dan ragaku
semuanya milikmu

Bukanlah emas permata
(intan berlian?) Juga bukan gemerlap dunia
(bintang-bintang?) Bulan madu aku pun tak minta
Asalkan kepada bapak berdua aku pun bahagia
Kemana pun kamu pergi aku ikut kamu

Jangankan gunung Fujiyama, puncak Himalaya kuikut kamu
Jangankan ke Kamboja, ke Etiopia kuikut kamu
Kalau kamu memang cinta aku, ke kutub utara aku ikut kamu

Jangan.. jangan.. janganlah kau ragu-ragu sayang
Jangan.. jangan.. janganlah ragukan cintaku
Jangan.. jangan.. janganlah bimbang dan ragu sayang
Sungguh mati aku cinta kepadamu

~{}~

Jangankan gunung Fujiyama, puncak Himalaya kuikut kamu
Jangankan ke Kamboja, ke Etopia kuikut kamu
Kalau kamu memang cinta aku, ke kutub utara aku ikut kamu

Jangan.. jangan.. janganlah kau ragu-ragu sayang
Jangan.. jangan.. janganlah ragukan cintaku
Jangan.. jangan.. jangan kau tinggalkan daku sayang
Jangan.. jangan.. jangan kau lupa janjimu

Oh Jangan.. jangan.. janganlah kau ragu-ragu sayang
Jangan.. jangan.. janganlah ragukan cintaku
Jangan.. jangan.. jangan kau tinggalkan daku sayang


hahahaha...Shamam, Aminnn 1,000,000x!

4 ulasan:

shamamia berkata...

HAHAHAHAHAHAHAHA

ok. sangat on time lagu tu keluar dan didengari oleh corong telinga kamu.

ahahahahahahahahaha

tenks :P

Shopaholissa berkata...

tenks utk km juga. aku ada baca satu article:

'the important of girl frens.."
sbb no metter we will turn to our girl fren...sbb tu dont let the frship off...

hehe.

soraya berkata...

galfrens!!!! yeap...dun knw wht will i do without them...percaya tak aku hapal lagu ini...hehehe

along berkata...

NGEE.

jemput datang ke pelancaran blog dalam setengah jam lagi.

jumaat ku indah bila boleh terus ke blog kamu,far!!

#27

My current favourite writer: Fiersa Besari. Sederhana, cerdas dan mengena. If you haven't read any of his works, you should. ...