Selasa, Jun 02, 2009

Ini memang waktunya...

Saya dan Cik Ayu nampaknya sepakat dalam menikmati tulisan Cik ManikManis. Saya sangat meminati tulisannya. Here's another one, enjoy:

dia dan lelaki itu tak pernah habis cerita untuk bicara.
selalu adaaaaa saja.
mungkin ada sedikit hening, itu pun hanya untuk merangkai kata.
tapi tak lama kemudian mereka pun kembali sibuk bicara.
tampaknya mereka memang jatuh cinta.

suatu waktu tibalah mereka bicara tentang mengapa..
mengapa kebersamaan ini baru sekarang tercipta.
mengapa perasaan itu timbul begitu saja.
mengapa baru sekarang lagi mereka berjumpa.
mengapa tak sejak lama.
mengapa harus berkelana ke mana-mana, jika di sini ujungnya.
mengapa mesti banyak tangis sebelumnya, jika di sini penuh tawa.
mengapa mesti sempat berduka, jika dengan cara sederhana bisa bahagia.
dan banyak mengapa lainnya.
sebentuk penyesalan dia dan lelaki itu tentang perjumpaan yang terlambat.

lalu mereka pun kembali bicara.
mendiskusikan tentang jawaban-jawaban atas rentetan mengapa yang tiada habisnya.
hingga malam tak lagi hitam.

dan pembicaraan ini memang harus diakhiri segera.
karena mereka telah sepakat dengan jawabannya.
bahwa tak ada lagi tanya tentang mengapa.
tak ada lagi sesal tentang waktu berjumpa..
hanya sebuah kalimat sederhana...

ini memang sudah waktunya.


Foto kenangan bersama penulis, Bandung 2007

1 ulasan:

ull berkata...

sy suke post ini. simple sweet & deep :)

#27

My current favourite writer: Fiersa Besari. Sederhana, cerdas dan mengena. If you haven't read any of his works, you should. ...