Isnin, Jun 01, 2009

Manohara pulang dengan izin suami

Manohara pulang dengan izin suami, kata teman karib Tengku TT
Jimadie Shah Othman Jun 1, 09 1:20pm
Source: MalaysiaKini



Model terkenal Indonesia, Manohara Odelia Pinot bukan dilarikan atau melarikan diri, tetapi pulang dengan izin suaminya, Tengku Temenggung Kelantan, kata teman karib pasangan tersebut.

Manohara dalam sidang akhbar di Jakarta semalam mendakwa dia didera oleh suaminya, Tengku Temenggung Kelantan.

"Tengku Temenggung (Tengku Muhammad Fakhry Petra) tidak ada apa-apa (masalah). Manohara pulang dengan izinnya," kata Mohd Soberi Shafii kepada Malaysiakini pagi ini. "Bukan dilarikan atau melarikan diri, tetapi pulang dengan izin," tegasnya lagi.

Beliau juga menafikan berlakunya kekecohan antara pihak istana dan ibu Manohara, Daisy Fajarina di sebuah hotel di Singapura semalam. Menurutnya, dalam kejadian di Hotel Royal Plaza itu, Manohara membuat keputusan pulang ke Jakarta setelah pertemuan panjang selama tujuh jam dengan ibu dan kakaknya Dewi Seri Asih.

Bagaimanapun, Mohd Soberi mendakwa apa yang dikatakan Manohara dalam sidang akhbar di Jakarta itu "menurut arahan dan skrip ibunya" semata-mata. "Dia (Manohara) takut pada ibunya. Dia hanya ikut suruhan ibunya. Ini semua telah ditetapkan oleh ibunya.

'Atur rancangan'

"Di waktu kecilnya, beliau pernah melihat kegarangan ibunya menyiksa orang gaji ketika di Perancis dahulu," katanya. Sehubungan itu, Mohd Soberi menafikan bekas model berumur 17 tahun itu didera secara fizikil, emosi dan seksual, termasuk disuntik hormon bagi menambahkan berat badan oleh Tengku Muhammad Fakhry.

"Tindakan Manohara cuma (diatur supaya) mengiyakan segala cakap ibunya selama ini," kata Mohd Soberi yang juga seorang ahli perniagaan itu.

Mohd Soberi (foto) juga berkata, Daisy telah mengatur rancangan awal bagi membawa pulang anaknya itu. "Dia (Daisy) sudah aturkan. Di hotel, krew televisyen Singapura sudah ikut dia. Sampai di lapangan terbang di Jakarta, (Manohara) terus dibawa ke stesen televisyen untuk diwawancara," tambah Mohd Soberi.

Ditanya sama ada pasangan diraja itu akan bercerai, beliau berkata: "Terserahlah kepada Manohara. Kalau ingin bercerai, kita ikut proses perceraian. Tengku TT (Tengku Temenggung) ambil sikap serah (keputusan) kepada Manohara," katanya.

Beliau mendakwa, putera ketiga Sultan Kelantan itu juga tidak menyalahkan pihak kedutaan Indonesia atau Amerika Syarikat kerana membantu membawa keluar isterinya daripada kota Singa itu.

Pemeriksaan perubatan


"Beliau tidak salahkan kerajaan. Beliau tidak minta kerajaan selesaikan masalah keluarganya. Rakyat Malaysia tidak bodoh untuk memperalatkan kerajaan untuk kepentingan sendiri," katanya. Media Indonesia melaporkan, Manohara dibantu kedutaan Indonesia dan Amerika Syarikat di Singapura untuk kembali ke Jakarta.Dia dilaporkan tiba di negara seberang itu kira-kira 7 pagi waktu Indonesia.
Bekas model itu dilaporkan akan mengadakan pemeriksaan kesihatan pagi ini, selain pemeriksaan psikiatri. Hasil pemeriksaan perubatan itu dilaporkan akan diserahkan kepada peguamnya.

Mengulas perkara itu, Mohd Soberi berkata, Tengku TT mengalu-alukan pemeriksaan perubatan itu. "Tengku TT alu-alukan. Sudah sampai masanya untuk menunjukkan bukti," katanya.

Usaha Malaysiakini menghubungi Daisy di Jakarta setakat ini belum berhasil.


Siapa yang benar? Siapa yang salah? Wallahualam.

11 ulasan:

Jos berkata...

Apakah anda masih mabuk?

Makanya jangan sering-sering baca Utusan, B Harian, Star dan Metro .. mereka sangat ahli di bidang rekayasa berita.

Tahukan anda .. Ahli propaganda Nazi (Goebels) pun sangat kagum kepada Malaysia yang berhasil mengembangkan ilmu-ilmu proganda-nya .. Hehehehe

f a r i n a berkata...

makasih Jos atas komentar nya.

Kalau anda perhatikan, saya tidak cuma memuat artikel dari Malaysia tentang kasus ini, ada artikel dari Indonesia juga. Tujuan saya lebih kepada informatif, bukannya mempertahankan mana-mana pihak. Sesuai dengan nama blog ini jomcakap, saya mengalu-alukan sesiapa pun yang mahu bercakap dan memberi pendapat. Termasuk kamu.

Yang penting kita juga harus belajar menghormati pendapat orang lain. :-)

Sekali lagi, terima kasih.

shamamia berkata...

BCL & Ashraff = bertahanlah d sana!

(asal cakap juga ni hehe)

anis-chan berkata...

bukan ke terang2 tulis

source: malaysia kini..?

apsal tetiba keluar bharian utusan metro segala? blur skjp.

but then again, aku mmg sorg yg blur hahaha

Tamu berkata...

masalahnya indo dgn msia sdh ga hampir tdk ada kepercayaan lg krn banyaknya masalah kedua negara, jd pada sensitif kalo ada masalah baru yg muncul, pasti saling menuduh.. jadi sulit untuk mencari kebenaran, siapa yg salah & siapa yg benar..

f a r i n a berkata...

makasih Tamu...

cuma jujur saya bingung, masalah indonesia dgn malaysia, permasalahan antara 2 negara mmg banyak...

tapi dlm nentuin siapa yg salah siapa benar dalam kasus suami isteri ini, kok jadi ikut2 nama negara? klo nama indonesia-malaysia gak ikut campur, klo ini cuma kasus suami isteri...

gimana cara mencari kebenarannya?

atau mungkin juga orang sama sekali gak akan ambil pusing?

Tanpa Nama berkata...

Hubungan antar bangsa dan saudara serumpun, antara Indonesia dengan Malaysiam jelas jauh lebih penting dan strategis untuk dipelihara dan ditingkatkan. Jangan sampai ternoda oleh urusan domestik antara Manohara dengan yang terhormat, Tengku TT.

Sehingga, untuk memastikan bahwa permasalahan antara keduanya adalah masalah domestik dan rumah tangga biasa, perlu di buktikan dalam sebuah persidangan yang dipimpin oleh pihak yang netral dan tidak memiliki keberpihakan karena interest. Biarkan hukum diberi kesempatan untuk membuktikan, siapa yang benar dan siapa yang telah berdusta kehadapan publik. Sehingga, kita semua tidak terbawa kepada sentimen yang tidak pada tempatnya, karena personal interest yang tidak berdasar kepada fakta.

Saya sependapat dengan tawaran dari keluarga kerajaan, Pak Shobari yang menawarkan untuk melakukan visum et repertum kepada Manohara untuk membuktikan, apakah tindakan yang diterimanya selama ini adalah sebenarnya tindakan kekerasan atau hanya rekayasa dari keluarga Manihara saja.

Diatas itu semua, jangan sampai gara-gara urusan domestik antara Manohara dan Tengku TT, hubungan kenegaraan antara dua negara besar di Asia, Indonesia dan Malaysia menjadi terganggu.

trulymadlydeeplywilly berkata...

in my humble opinion...Indonesia and Malaysia surely have to look for a new and better understanding in order to deepen our relationship and we have to avoid a frontal fighting between us...

Me, as Indonesian always regard Malaysians as my brother because we have so much commons..

Both of us are Malay people (indeed,Malaysian ancestor is from Riau,Indonesia before they went to Melaka), Both of us are Moslem country,

But, sometimes I always feel, Why some of Malaysian People do not consider Indonesian as brothers even human??
I mean..sometimes Malaysians treats us like slave nation and always feel that they're better than Indonesians..

I have many Malaysian friend (about 400 students, I guess)in my medical school. Some of them didnt want to include our community activities, some of them didnt want to get along with Indonesian people, even sometimes they made laugh about Indonesia ( then,I thought but not I told, if you really hate Indonesia, Why you still here learning medicine in our country??)...

Well..I apologize if my sharing hurts you..

Actually, I believe there are some Malaysian who ponder Indonesia, as brothers....

Once time, I went To KL for university visiting, and they welcomed us very well and we need only one day to get along...

f a r i n a berkata...

Thank you Willy for your humble opinion. I have to admit, there are some of my countrymen and women who fits ur description, and on their behalf, I would like to apologize, and I am truly ashamed with that kind of behavior.
I think that kind of attitude stems from ignorance and lack of knowledge, and they really should be reading about economics and even, history.
Indeed, I agree with you, Malaysia and Indonesia are siblings. And I embrace that fact with open hands. (I am sure, Bro Akhyari is more than happy to vouch for me in this matter! hehehe...)
Kalau kapan2 ke sini lagi, kabar2in, I will do my best to show u Malaysian hospitality. :-)

Thanks again for reading my blog!

Tamu berkata...

that's true, i spent several years in Malaysia for my degree and i think I've met a lot of Malaysians, and some of them do respect Indonesians. Those who doesn't like Indonesian (whom i met)still think that we are still a poor & cruel countries, they still see us as the Indonesian in 97-98 (when the reformation happened, it's quite hard to remove that image, to think that most Europeans thinks the same about us). So i think we Indonesians too are responsible to make our country to be a more respectable country especially in ASEAN region. :)

f a r i n a berkata...

Tamu & Anonymous,

I really enjoy reading your comments. Would truly appreciate if you could make urself known, so perhaps we can be friends and share more ideas?

Kalau gak keberatan, my email is farinajamal@gmail.com

:-)

Again, thank you for ur comments!

March 2017 - 'Ada Apa Dengan Jogja?' (Part 2.5)

Honestly tho, I have nothing much to say about the show, except what everyone would already know...It was AH-MAY-ZINGGGG!!! *fangirling mod...