Jumaat, Jun 11, 2010

Doa

A friend turns 19 last Wednesday. No, seriously, ini bukan kes enggan menerima hakikat umur sudah meninggi maka deduct 10 tahun dari umur sendiri (I admit, saya selalu buat macam ni), bukan. Dia benar-benar berusia 19 tahun.

So I asked her what she wishes for, for her birthday. Jawapannya sederhana, tapi mengena.

"Diberkati Allah, bisa lebih matang, lebih sabar, lebih bisa mengerti orang lain, bahagia dalam rumahtangga dan cepat-cepat dikurniakan anak."

Sejuk perut mendengarnya.

The first half of her wishes, entah kenapa buat saya terkedu. Saya selalu, seringkali, terlupa untuk memohon kepada Tuhan hal-hal itu. In my prayers, selalu berdoa untuk kesejahteraan, keberkatan (dan semestinya dikurniakan jodoh yang terbaik buat diri saya ngehehehehe) tapi saya selalu lupa, untuk memohon kematangan, kesabaran, pengertian terhadap orang lain.

It's always easier to just think, "okay aku dengan minah ni doesn't get along very well so that's that", or "kalau aku lah, aku mesti macam ni macam ni macam ni, apasal ko kena macam tu macam tu macam tu?? b*d*h piang!" or, "It's your fault! Yours!" (Sang Pacar selalu kena yang ni. Maaf ya sayang? :-p )

It's always easier to judge people using our own standards. So easy, that we often forget, we're all individuals, with different values, and different backgrounds.


"Demi Allah, semoga saya akan menjadi manusia yang lebih matang, lebih sabar, lebih bisa mengerti orang lain, dikurniakan jodoh yang terbaik untuk diri saya, Amin!"


yang last tu, tetapppp!

Tiada ulasan:

#27

My current favourite writer: Fiersa Besari. Sederhana, cerdas dan mengena. If you haven't read any of his works, you should. ...