Rabu, Julai 28, 2010

Craving for you



Nasi bebek. Nasi bebek. Bebek, dan nasi.

Menyebutnya aja membuatkan saya menelan liur berkali-kali. Bebek, oh bebek...

Pada yang kurang mengerti, bebek=itik in Indonesia.

This Indonesian delicacy is basically plain rice, and fried duck, eaten with some veggies and of course, sambal. But how can I explain about how succulent the duck is, setelah direbus dengan rempah ratus sehingga meresap ke tulangnya, kemudian digoreng garing sehingga daging itiknya crispy diluar, lembut enak empuk didalam, even tulangnya pun cukup lunak untuk dikunyah-kunyah. Dan sambalnya, fuhhhh...sambalnya, pedas sampai ke ubun-ubun, sangat nikmat, highly addictive!

Kejap ya, lap air liur meleleh.

Kata sang pacar, saya cukup sinonim dengan nasi bebek sehingga kalau dia pejamkan mata dan terkenangkan saya sekarang, wajah saya pun dah macam bebek.


It's okay being a bebek, asalkan vogue


How can I blame him tho, when everytime I had a chance to feast on yummilicious nasi bebek, one portion is never enough! Mesti minta bebeknya 2 porsi, that's half a duck in 1 sitting, uols! Hahahahaha...in my defence, bebek jawa itu kecil okeh. Ai suwer!

Since agak susah mencari itik goreng di KL, kalau ada pun versi panggang tapi saya lagi teringin yang digoreng, maka...saya sudah pun membeli itik mentah yang akan saya cuba olah sendiri jadi nasi bebek yang enak dan maknyusss!

Jiayo! (Altho the bf says pasti beda, itik di sini bunyinya "bek bek bek", itik di jawa bunyinya "suwunnnn..." :p)

nota: entri ini terhasil dari kerinduan saya kepada nasi bebek, dan kekesalan kerna sang pacar dengan penuh riak dan takabbur bercerita makan 2 porsi bebek tadi malam. Jeles, kuyakkk!!!

1 ulasan:

kitt berkata...

if only i could deliver the bebek goreng via fax.

#27

My current favourite writer: Fiersa Besari. Sederhana, cerdas dan mengena. If you haven't read any of his works, you should. ...