Selasa, Februari 08, 2011

Kisah Pertualangan ke Bromo (Part 3)

Lanjut...

Masih Day 2, masih jua di Cemoro Lawang.


Ini jeep yang kami sewa untuk ke Penanjakan Viewpoint #2. Difikir2 sebenarnya mahal juga, rp200rb for such a short trip pulang pergi but I asked around, that is the usual rate. Redhakan saja lah, how else are they going to feed their family, tourist pun tak ramai yang berani datang, sayuran semua dah rosak kena abu. Kesian...



Breakfast at the hotel. Again, nasi goreng for everyone!


Did I tell you, our hotel is probably like, the closest to the action? This is the view from our balcony. Boleh nampak abu vulkanik dah berinci2 tebal di atas jalan tu. Batok we can see directly, Bromo tercover pulak.


Ashes to ashes, dust to dust.



Kereta habis covered dengan abu! Later that day when we stopped for lunch, everyone stopped and stared. Ada yang tanya Pak Lukito, "ini anak-anak pada kemana aja sih?? Mobilnya kotoooor buangetttt!!" Miahahahaha.


Perhatian: Soraya bertudung bukanlah melambangkan perubahan jiwa semenjak di Bromo, akan tetapi dia tak nak rambut yang sudah bersyampu dikotori abu vulkanik semata! hahaha...


Bye bye Lava View Lodge! We'll be back!

Dalam perjalanan dari Probolinggo ke Pandaan, semua terkapar dalam kereta (except Pak Lukito, of coz) Sedar-sedar terbangun sebab perut dah lapar, semua menggaruk cari benda nak menguyah. So we asked Pak Lukito to stop for lunch. He told us about this apparently famous place, Warung Lesehan Pak Hj Sholeh.


At a glance it looked promising, the place is huge and every little crook and crannies are packed with customers! Had to wait half an hour to get a place.


Then the funniest thing happened. Tengah menunggu makanan yang dipesan, tak semena-mena 2 ekor kuda berlari masuk ke kedai ni, dengan penjaga dia memengejar dibelakang. Lepas tu kuda-kuda tu berhenti dekattt dengan pondok lesehan kami. Hahaha...agaknya betul lah prasangka kami sejak meninggalkan Probolinggo tadi, despite masing-masing dah mandi, we still smell like horses!


Sibuk membincangkan masalah bau kuda yang enggan menghilang.



Sejam kemudian, makanan sampai. Ayu and I ordered bebek goreng, Soraya order ayam bakar, Lea order udang. Tambah tempe goreng dan sayur cah kangkung. Walaupun perut lapar gile bab* infiniti, saya agak kecewa dengan rasa makanan di sini. The best thing were probably the tempe dan kangkung, yang lain hado!

Dengan perut beralas ala kadar, we head to our next stop...

If you think our animal escapades are over, think again. Kerna kami ke Taman Safari!


Ada apa dengan carrot? Hahahaha...That, my dear friends...layak menerima entry khusus!

to be continued...

2 ulasan:

Lissa Ahmad berkata...

uish... korang tak batuk ke? serius memang black snow.

Cah Ayu berkata...

alhamdulillah... baik2 aje kami lissa :D

#27

My current favourite writer: Fiersa Besari. Sederhana, cerdas dan mengena. If you haven't read any of his works, you should. ...